Belum Tua Kok Sudah Sakit Lutut? Kenali dan Atasi Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS)
Mengapa Lutut Bisa Sakit di Usia Relatif Muda?
Nyeri lutut sering dikaitkan dengan usia lanjut. Padahal, banyak orang di usia produktif, bahkan 20–50 tahun, mengalami keluhan lutut yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keluhan ini sering disalahartikan sebagai pengapuran lutut atau osteoartritis, padahal salah satu penyebab yang umum pada usia belum lanjut adalah Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS), atau yang kadang disebut Chondromalacia Patella.
PFPS adalah nyeri pada sendi antara tempurung lutut (patella) dan tulang paha (femur) yang biasanya memburuk saat lutut ditekuk atau digunakan untuk aktivitas dengan beban. Gejala ini sering muncul meski hasil rontgen biasa terlihat “normal”.
Bahkan Runner’s knee atau nyeri lutut pada pelari jarak jauh sering disebabkan PFPS ini.
Jika Anda masih relatif muda atau Anda pelari/hobi lari jarak jauh dan mengalami nyeri lutut, baca lebih lanjut artikel ini untuk tahu apa penyebab nyeri lutut Anda dan tahu apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya, termasuk opsi pengobatan modern seperti Proloterapi.
Gejala PFPS yang Perlu Diwaspadai
- Nyeri di bagian depan lutut saat jongkok, sholat, atau naik-turun tangga.
- Bunyi “krek-krek” (krepitasi) saat lutut digerakkan.
- Nyeri setelah duduk lama dengan lutut tertekuk (movie-goer’s knee).
- Kadang terdengar bunyi “klik” akibat pergeseran patella.
Penyebab PFPS: Bukan Sekadar “Kelebihan Aktivitas”
1.Faktor bawaan anatomi.
- Bentuk kaki X (valgus knee).
- Posisi patella miring (tilting) atau terlalu tinggi (patella alta).
- Cekungan tulang paha (trochlea) yang terlalu datar.
- Kelenturan sendi berlebihan (hyperlaxity).
- Kualitas tulang rawan yang kurang baik sejak lahir.
2.Kebiasaan sehari-hari.
- Menggunakan WC jongkok.
- Sholat dengan menekuk lutut berulang.
- Naik-turun tangga berlebihan.
- Olahraga repetitif yang menekuk lutut seperti squat-jump.
- Lari jarak jauh tanpa penguatan otot penyeimbang.
3.Berat badan berlebih.
- Saat squat, tekanan patella bisa mencapai 3–5x berat badan. Semakin berat tubuh anda semakin besar tekanan di tulang patella.
- Lemak tubuh memicu zat pro-inflamasi yang memperparah radang sendi.
Jika anda berobat dengan keluhan nyeri lutut akibat PFPS, yang sering terjadi adalah:
- Banyak yang oleh dokter hanya diberi obat nyeri, dikatakan lututnya tidak apa-apa karena pada pemeriksaan x-ray tidak ditemukan apa-apa dan disuruh menurunkan berat badan.
- Bahkan banyak pasien PFPS salah didiagnosa sebagai OA lutut.
- Banyak pasien PFPS yang sudah mencoba fisioterapi umum atau bahkan injeksi steroid, namun keluhannya tetap berulang karena akar masalahnya belum diperbaiki.
Masalahnya tidak sesederhana itu dan mungkin membutuhkan penanganan yang langsung menargetkan kestabilan sendi, seperti Proloterapi.
Pemeriksaan dan penanganan nyeri lutut akibat PFPS yang benar adalah:
Pemeriksaan yang Disarankan untuk Nyeri Lutut Akibat PFPS.
Untuk memastikan PFPS dan menyingkirkan kemungkinan lain, pemeriksaan berikut dapat dilakukan:
- Pemeriksaan fisik.
Sakit lutut akibat PFPS ada hubungannya dengan masalah di bagian tubuh lain, seperti di punggung bawah, paha, betis dan ankle! Tanpa menemukan dan memperbaiki pemicu di bagian tubuh lain, terapi untuk PFPS Anda tidak akan efektif.
- Pemeriksaan USG muskuloskeletal.
Pemeriksaan USG dapat melihat efusi (cairan berlebihan), kerusakan tulang rawan femur dan yang paling penting, membedakan apakah nyeri lutut Anda karena PFPS atau karena OA lutut. Pemeriksaan ini juga krusial untuk panduan tindakan injeksi, seperti pada Proloterapi USG guided.
- Pemeriksaan x-ray.
Pemeriksaan x-ray akan tampak normal jika dilakukan pemeriksaan x-ray lutut standar seperti pada nyeri lutut pada lansia akibat OA (osteoartritis). Atau kadang disebut ada OA grade 1 atau 2, padahal bukan itu masalah anda.
- Pemeriksaan MRI.
MRI hanya dilakukan jika PFPS sangat berat atau tidak membaik dengan tindakan-tindakan medis yang sudah dilakukan. Pemeriksaan USG lutut jauh lebih murah dan bisa dilakukan segera di ruang praktek oleh dokter ahli lutut anda.
Penanganan PFPS: Dari Gaya Hidup hingga Terapi Medis
PFPS tidak selalu membutuhkan operasi. Sebagian besar pasien membaik dengan kombinasi terapi yang tepat. Penanganan yang dapat dilakukan:
- Modifikasi aktivitas sehari-hari.
- Modifikasi olahraga yang dilakukan.
- Obat nyeri dan suplemen.
- Fisioterapi.
- Menggunakan penyangga lutut.
- Injeksi lutut, termasuk Proloterapi.
1. Modifikasi aktivitas sehari-hari.
Hindari menekuk lutut dengan cara:
- Gunakan WC duduk, jangan WC jongkok.
- Sholat sambil duduk di kursi.
- Luruskan kaki secara berkala saat duduk lama.
- Naik tangga satu persatu per anak tangga.
Langkah-langkah ini sederhana, tapi penting untuk mencegah perburukan.
2. Modifikasi olahraga yang dilakukan.
Hindari gerakan olahraga yang menekuk lutut seperti half squat, wall sit dan gerakan lunges. Jika PFPS Anda disebabkan lari jarak jauh, harus dilakukan latihan penyeimbang kekuatan otot (penguatan VMO, pelenturan ITB dan TFL).
Latihan yang benar harus diajarkan dengan dipandu oleh fisioterapis dan idealnya dilakukan setelah kestabilan sendi diperbaiki, melalui Proloterapi.
3. Obat nyeri & suplemen.
Obat nyeri tipe anti radang bukan solusi jangka panjang. Malah mengkonsumsi obat nyeri tipe anti radang terus-menerus berpotensi menghambat perbaikan lutut anda.
Suplemen vitamin dan mineral sangat bermanfaat dalam membantu proses perbaikan jaringan lunak dan kontrol inflamasi (Vitamin C, D, Glutathione, EPA+DHA, Zinc picolinate, Magnesium citrate, Curcumin).
Suplemen vitamin dan mineral sangat bermanfaat dalam membantu proses perbaikan jaringan lunak dan kontrol inflamasi. Suplemen yang dibutuhkan adalah:
- Vitamin C 1000 mg per hari.
- Vitamin D 5000 IU per hari (HiD5000).
- Glutathione 500 mg per hari (Glubio 500mg).
- EPA+DHA (minyak ikan) 1–3 gram per hari (DHAEPA).
- Zinc picolinate 50 mg per hari.
- Magnesium sitrat 200 mg per hari (HiMg200).
- Curcumin atau kunyit (Unicur).
4. Fisioterapi.
Tugas utama fisioterapis adalah memperbaiki ‘kekacauan’ otot atau biotensegrity yang membuat malposisi patella dan tekanan berlebihan di patella. Hal ini dilakukan dengan memberikan latihan penguatan dan kelenturan otot. Tindakan fisioterapi seperti dipanaskan dan digetar bersifat sekunder untuk membantu mencapai hasil tindakan utama yaitu latihan otot.
Tetapi penting untuk diingat bahwa struktur penyangga sendi (ligamen, tendon atau kapsul sendi) harus mulai diperkuat dan distabilkan dahulu dengan Proloterapi, sebelum dilakukan fisioterapi aktif (latihan).
5. Menggunakan penyangga lutut.
Penyangga lutut (knee brace) digunakan untuk mempertahankan tulang tempurung lutut tetap berada di jalurnya. Silistab Genu Go adalah knee brace yang direkomendasikan untuk PFPS.
6. Injeksi lutut.
Beberapa jenis injeksi yang saat ini sering digunakan untuk PFPS adalah:
- Injeksi steroid.
- Injeksi pelumas sendi.
- Injeksi regeneratif berbahan biologis.
- Injeksi proloterapi.
Berikut penjelasan mengenai masing-masing jenis injeksi.
Injeksi steroid.
Hanya untuk yang bengkak dan nyeri berat.
Beberapa jenis injeksi yang saat ini sering digunakan untuk PFPS adalah Injeksi steroid, Injeksi pelumas sendi, Injeksi regeneratif berbahan biologis, dan Injeksi Proloterapi.
Injeksi steroid: Hanya injeksi sementara untuk lutut yang bengkak dan nyeri berat. Injeksi steroid bukan solusi permanen dan harus dihindari berulang kali karena berisiko memperberat kerusakan tulang rawan lutut.
Injeksi pelumas sendi: Berbeda dengan dokter lain yang hanya memberikan injeksi pelumas sendi saja, di Klinik Halmahera Medika injeksi pelumas sendi dikombinasikan dengan Injeksi Proloterapi. Injeksi Proloterapi adalah tindakan paling penting pada PFPS karena memperbaiki penyebab utama PFPS yaitu instabilitas sendi.
Injeksi regeneratif berbahan biologis: Merangsang pertumbuhan kembali dan merupakan opsi lain dari terapi regeneratif.
Berbeda dengan dokter lain yang hanya memberikan injeksi pelumas sendi saja, di Klinik Halmahera Medika injeksi pelumas sendi digunakan sebagai tambahan dari injeksi proloterapi. Injeksi proloterapi adalah tindakan paling penting pada PFPS karena memperbaiki penyebab utama PFPS yaitu instabillitas sendi.
Proloterapi: Memperbaiki Akar Masalah Nyeri Lutut Akibat PFPS
Dari semua pilihan terapi injeksi, proloterapi adalah salah satu tindakan unggulan kami. Proloterapi adalah injeksi cairan gula konsentrat lebih 10%. Proloterapi bekerja merangsang proses penyembuhan alami tubuh, memperkuat struktur penyangga seperti ligamen, tendon, dan kapsul sendi.
Nyeri sendi lutut biasanya diawali didahului ketidakstabilan sendi akibat cedera struktur penyangga sendi (ligamen, tendon atau kapsul sendi). Proloterapi memperkuat struktur penyangga yang rusak dan kendur dan kemudian menciptakan kembali kestabilan sendi lutut. Dengan stabilitas yang lebih baik, tekanan tulang paha (femur) terhadap tulang tempurung lutut (patella) akan berkurang — dan ini akan mengurang kerusakan tulang rawan patella.
Dari keterangan di atas bisa dikatakan proloterapi memperbaiki sumber masalah primer nyeri lutut anda. Tanpa kestabilan struktur ekstra-artikuler penyangga sendi ini sulit mencapai perbaikan nyeri lutut secara permanen (akan cederung berulang).
Jadi injeksi proloterapi yang benar diberikan terutama di struktur penyangga sendi yaitu struktur ekstra-artikuler (bagian luar sendi), tidak hanya dilakukan ke dalam sendi saja.
Berbeda dengan injeksi proloterapi biasa di tempat lain. Di Klinik Halmahera Medika, injeksi proloterapi dilakukan secara presisi menggunakan bantuan visual USG, memastikan proloterapi masuk ke lokasi yang tepat dan memberikan hasil yang maksimal.
Di Klinik Halmahera Medika, Injeksi proloterapi bisa diberikan hanya Injeksi proloterapi saja atau bisa digunakan dalam kombinasi dengan injeksi pelumas sendi dan injeksi regeneratif berbahan biologis.
Pentingnya Memperbaiki Biotensegrity: Mengapa Nyeri Lutut Anda Tidak Kunjung Baik.
Mengapa nyeri lutut anda tidak kunjung baik walaupun sudah diinjeksi dan difisioterapi (dipanaskan dan disetrum) berulang-ulang? Jawabannya adalah masalah biotensegrity anda tidak diperbaiki.
Biotensegrity adalah konsep biomekanik modern yang menjelaskan bagaimana tulang, otot, ligamen, dan jaringan ikat bekerja dalam keseimbangan. Masalah dan nyeri pada lutut, seringkali berhubungan dengan masalah di bagian tubuh lain (sendi pinggul, punggung bawah, pergelangan kaki). Jadi, jika masalah di bagian tubuh lain tidak diperbaiki, hanya diperbaiki di lutut saja, tidak akan memberikan hasil optimal.
Kami di Klinik Halmahera Medika selalu memperhatikan hubungan biotensegrity pada pasien-pasien nyeri lutut kami. Tidak hanya memperhatikan lutut yang nyeri, kami juga mencari masalah di tempat lain yang menjadi pemicu dan penyebab nyeri lutut anda serta memperbaikinya. Bahkan Injeksi proloterapi yang kami lakukan berdasarkan hubungan biotensegrity tersebut.
Kenapa Harus ke Dokter Ahli Lutut di Klinik Halmahera Medika?
Karena terapi yang berhasil harus berbasis penyebab yang bisa saja ada di sendi atau bagian tubuh lain.
Karena Anda sudah terlalu sering pindah-pindah pengobatan — sekarang saatnya mendapatkan penanganan yang tepat sasaran. Salah satunya dengan Proloterapi USG guided sebagai solusi jangka panjang tanpa operasi.
PFPS yang tidak ditangani sejak awal bisa berkembang menjadi osteoartritis lutut di kemudian hari. Semakin cepat diagnosis dan terapi dilakukan, semakin besar peluang mencegah kerusakan permanen.
Konsultasikan lutut Anda ke dokter yang berpengalaman menangani nyeri lutut dan PFPS, seperti dokter ahli otot-tulang-sendi di Klinik Halmahera Medika, untuk mendapatkan pemeriksaan detail, panduan latihan yang tepat, dan terapi Proloterapi dengan teknologi modern.
Klinik Utama Halmahera Medika
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan jadwal konsultasi.
